Pemerintah kota Lhokseumawe melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan segera merancang dan menyebarkan surat edaran terkait larangan pengutipan uang pengurusan dokumen kependudukan, baik e-KTP, akta kelahiran, kartu keluarga, dan dokumen lainnya, Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Mendagri nomor 470/327/SJ tanggal 17 Januari 2014.

Demikian disampaikan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil kota Lhokseumawe, Drs Maimun, M.Si menjawab pikirreview.com, Jum’at (24/1).

Rancangan surat edaran tersebut segera dirancang, dan jika telah disebarluaskan, seperti amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2013 yang melarang pungutan biaya untuk semua penerbitan dokumen kependudukan.

Jika semula yang digratiskan hanya biaya penerbitan e-KTP, dalam edaran Mendagri terbaru itu diperbaharui menjadi gratis pada semua dokumen administrasi kependudukan.

Menurut Maimun, masa berlaku e-KTP yang sebelumnya lima tahun, menjadi seumur hidup sepanjang tidak ada perubahan data dalam e-KTP yang sudah dimiliki warga, hal tersebut sesuai edaran Mendagri Nomor 470/327/SJ di seluruh Indonesia termasuk provinsi Aceh.

Dalam surat edaran terbaru Mendagri tersebut juga diatur beberapa kemudahan bagi pengurusan dokumen kependudukan, seperti pengurusan Akta Kelahiran yang pelaporannya melebihi batas waktu satu tahun yang semula harus melalui penetapan pengadilan, diubah menjadi cukup dengan keputusan kepala dinas kependudukan kabupaten/kota setempat.

Selain itu, pengurusan Akta Kematian yang semula menjadi tanggung jawab penduduk, kini menjadi kewajiban RT untuk melaporkan setiap kematian warganya kepada instansi pelaksana. Teknis pelaporan akan dilakukan secara berjenjang melalui RW atau nama lain, desa, kelurahan, dan kecamatan.

Pengurusan akta kelahiran juga mengalami perubahan, jika selama ini pengurusan dilakukan dimana bayi dilahirkan, penerbitannya kini berubah menjadi di tempat dimana warga berdomisili.
Maimun mengharapkan agar masyarakat untuk turut serta membantu mensosialisasikan surat edaran tersebut, dan jika ada pengutipan sesuai dengan yang telah ditentukan maka pihaknya akan segera menindak tegas oknum yang melakukan pengutipan

Halaman ini Sudah dilihat Sebanyak
96 Kali